Minggu, 17 Juni 2012

Tes Pauli | Kimia Industri


Tes pauli sebenarnya adalah perbaikan dan penyempurnaan dari tes Krapelin yang disusun oleh Emil Kraepelin. Emil Kraepelin seorang psikiater akhir abad 19 menciptakan alat tes kraepelin yang digunakan sebagai alat bantu untuk mendiagnosa gangguan otak yaitu alzheimer dan dementia. Tes ini sangat sederhana, siapapun yang bisa menghitung dapat mengikuti tes ini. Pada periode tidak lama selanjutnya pada tahun 1938 Prof. Dr. Richard Pauli bersama Dr. Wilhelm Arnold serta Prof. Dr. Vanmethod memperbaharui tes Kraeplin tadi sehingga dapat meningkatkan suatu “check method” yang sangat menguntungkan dan dapat dipercaya. Metode ini disempurnakan sedemikian rupa oleh Prof. Dr. Pauli sehingga
memungkinkan untuk mendapatkan data tentang kepribadian. Richard Pauli membuat tes Kraeplin tersebut sebagai tes yang distandarisasikan, dan setelah Pauli meninggal pada tahun 1951, tes yang di standarisasikan tersebut dinamakan tes Pauli.
Berdasar atas cara yang diajukan oleh Pauli, tes ini juga mempunyai corak eksperimental. Pauli juga menghubungkan metode eksperimental tersebut dengan karakterologi modern, sehingga tes Pauli dapat dibandingkan dengan tes kepribadian.
Tes Pauli diciptakan dengan Mengacu pada teori konvergensi dari William Stern bahwa Kepribadian sesungguhnya terbentuk dari bakat dan lingkungan. Tes bisa diciptakan juga sebagai simulasi karena tes merupakan simulasi dari lingkunganMeskipun tes Pauli banyak mengukur sikap kerja namun tes Pauli tetap digolongkan tes kepribadian karena unsur yang paling kuat dalam tes Pauli adalah kemauan. Mau merupakan unsur dari watak/ karakter/ kepribadian seseorang. Dan masalah kepribadian tidak lain adalah merupakan masalah dinamika motifPrinsip utama dari tes Pauli adalah tiap manusia itu mampu belajar dan berlatihDalam tes Pauli yang dilihat adalah hasil karyanya yaitu : Performance = ability x motivation.
Tujuan Tes Pauli
Tes Pauli bertujuan untuk melihat hasil kerja yang dipengaruhi oleh: daya tahan, ketekunan, dan ketelitian.  Hasil kerja merupakan fungsi dari motivasi dan kemampuan.
     Motivasi merupakan hasil dari niat dan kemauan.
     Kemampuan merupakan kekuatan tindakan yang responsif berupa gerakan motorik, kegiatan intelektual, pengendalian diri secara umum, dan kemampuan untuk membedakan hal yang penting.
Dalam konteks tes Pauli, kepribadian memiliki ciri-ciri sebagai berikut :
1.   Mampu belajar/ dilatih
2.    Bisa terangsang/ tergerakkan/ tertarik
3.    Bisa capai/ jenuh
Seseorang bisa mencapai/ menghasilkan sesuatu dengan melakukan kegiatan-kegiatan/ bekerjaDalam suatu kerja selain dibutuhkan kemauan juga harus didukung oleh faktor stabilitas emosi dan ketahanan dalam bekerja.
·        Unsur sasaran kerja/ tujuan → hasil kerja. Dilihat dari kualitas dan kuantitas
·         Unsur jalan yang ditempuh untuk mencapai hasil kerja. Dilihat dari simpangan/ fluktuasi, tanjakan dan titik puncak
Tujuan dari tes ini adalah mengumpulkan berbagai data berupa:
  • Daya tahan atau keuletan
  •  Kemauan atau kehendak individu
  •  Emosionalitas
  •  Daya tahan untuk menyesuaikan diriStabilitas
Hal-hal tersebut sangat mempengaruhi prestasi yang dicapai seseorang individu. Selain itu ada faktor-faktor lain yang mempengaruhi achievement peserta, diantaranya:
·         Faktor fisik, yaitu kondisi badan kita pada pada saat tes
·         Faktor psikis, yaitu keadaan jiwa kita pada saat tes
Pengaruh faktor-faktor tersebut berkaitan erat dengan fase perkembangan yang sedang dilalui seseorang, sebab keterkaitan dan dominasi faktor-faktor itu mempunyai kondisi yang tidak sama pada fase perkembangan yang berbeda.
Tes PauIi mempunyai makna yang penting karena :
  1. Tes Pauli merupakan alat diagnostik yang dapat dipercaya untuk memeriksa batas-batas perbedaan individu.
  2.  Tes Pauli dapat untuk mendiagnosis perbedaan kostitutif. Hal itu antara lain didapat dari hasil pemeriksaan yang menggunakan tes Pauli. Hasil itu antara lain menunjukkan bahwa daya tahan wanita lebih besar dari pria, keajegan prestasi orang desa lebih tinggi dari orang kota, dan sebagainya. Hal-hal tersebut juga menunjukkan bahwa tes Pauli bisa dimamfaatkan untuk pemahaman psikologi sosial.
  3. Tes Pauli merupakan usaha pemeriksaan prestasi yang cukup baik.
  4. Tes Pauli dapat digunakan untuk orang yang menderita luka/gangguan diotak, misal terkena tembakan dikepala. Hasilnya menunjukkan bahwa luka pada “parietal” dan “frontal” menunjukkan kurangnya prestasi yang besar, sedang luka pada “occipital” menunjukkan kurangnya prestasi yang tak terlalu besar (paling minimal). 
  5. Tes Pauli dapat digunakan sebagai metode untuk mengetahui pengaruh peransangan dari luar (misal narkotika).
  6. Tes Pauli dapat digunakan sebagai diagnostik untuk mendeteksi anak-anak yang sukar dididik. Pada tes itu terdapat kurve dengan bentuk-bentuk tertentu untuk mereka yang terhambat perkembangannya. Untuk mereka yang tidak mempunyai pendirian (Hatloso) dan mereka yang lemah diri. 
  7. Tes pauli ini digunakan sebagai metode pemeriksaan untuk orang yang buta meskipun prestasinya bila dibandingkan dengan orang yang normal berkurang, akan tetapi prestasi individuil masih terlihat didalam tes sebagai prestasi orang yang normal. 
  8. Tes Pauli digunakan sebagai dasar tipologi kepribadian. 
  9. Tes Pauli ialah suatu metode experimental untuk mendapat pengaruh sikap kerja terhadap prestasi kerja. 
  10. Tes Pauli merupakan alat pembantu experimental yang menjadi dasar untuk diagnostik karakterologi.
Salah satu segi keuntungan dari tes pauli adalah menghilangkan variabel penting yang biasanya dapat disembunyikan atau pura-pura (faking) dari subjek misal: sifat malu-malu, yang biasanya sukar dihindari, pada tes ini tidak begitu berpengaruh pada percobaan-percobaan yang telah dilakukan.
Aspek-Aspek yang di Ukur Tes Pauli 
  1. Energi Psikis (Jml): Energi psikis mengungkap besarnya potensi energi kerja, terutama ketika dibawah tekanan 
  2. Ketelitian dan Tanggungjawab (Be)Ketelitian dan tanggungjawab menunjukkan adanya kesediaan bertanggungjawab, teliti, kepedulian, akan tetapi dapat berarti pula mudah dipengaruhi, labil, kurang waspada 
  3. Kehati-hatian (Sa)Kehati-hatian menunjukkan adanya kecermatan, hati-hati, konsentrasi, kesiagaan dan kemantapan kerja terhadap pengaruh tekanan
  4.  Pengendalian Perasaan (Si): Pengendalian perasaan menunjukkan adanya ketenangan, penyesuaian diri, keseimbangan dan sebaliknya dapat berarti menggambarkan penuh temperamen, mudah terangsang, dan cenderung egosentris.
  5. Dorongan Berprestasi (Ti): Dorongan berprestasi menggambarkan kesediaan dan kemampuan berprestasi, serta kemauan untuk mengembangkan diri. 
  6. Vitalitas dan Perencanaan (TP): Vitalitas dan perencanaan menunjukkan ambisi untuk mengarahkan diri, dan mengatur kemampuan dalam mengatur tempo dan irama kerja.
Ciri-Ciri Tes Pauli 
  • Penjumlahan 2 angka berdekatan terus-menerus dari atas ke bawah
  • Yang ditulis angka satuan
  •  Hasil penjumlahan itu tidak dijumlahkan dengan angka berikutnya
  • Pada waktu-waktu tertentu dibubuhkan tanda coret di bawah hasil penjumlahan 
  • Kalau salah dibetulkan dengan cara mencoret angka/hasil yang salah, lalu menulis angka yang benar di samping angka yang salah 
  • Kalau satu lajur terlewat, tidak perlu dihiraukan,lanjutkan pada lajur berikutnya, alasannya agar tidak mengacaukan pencatatan
Waktu yang Dibutuhkan Mengerjakan Tes Pauli
Waktu yang dibutuhkan untuk melakukan tes Pauli ini adalah 60 menit dengan kurun waktu per 3 menit. Jadi semuanya ada 20 kurun waktu.
Dalam waktu satu jam lamanya, subjek diberikan waktu yang cukup untuk dapat menyesuaikan diri dan memindahkan dirinya, sampai pada kemampuan sebenarnya ditampilkan sejelas-jelasnya. Pengalaman menunjukkan bahwa waktu sepuluh menit sampai dua puluh menit pertama belum mendapat sesuatu gambaran yang sebenarnya atau bukan representasi sesungguhnya dari subjek. Dengan waktu yang lama menjadikan representasi subjek sesungguhnya dapat terlihat profil kepribadiannya.
Administrasi Tes Pauli
PERSIAPAN 
  • Meja yang rata 
  • Pensil HB (bersegi enam, 2 pensil)
  • Pencahayaan, ventilasi, tenang 
  • Stopwatch 
  • Menulis contoh Pauli di papan tulis 
  • Membagikan lembar tes dengan isian identitas di sebelah atas
INSTRUKSI 
  • Kepada saudara telah dibagikan lembar tes. Ambillah lembar tersebut dan isilah dengan bolpen: nomor pemeriksaan, nama, tgl lahir dan tgl pemeriksaan, jam
  • Jika sudah selesai, letakkan alat tulis saudara dan perhatikan ke depan. Kita lihat lembar tes ini penuh tercetak angka-angka (tunjukkan lembar jawaban) 
  • Tugas saudara adalah sangat sederhana, yaitu menjumlah! Namun cara menjumlahnya istimewa, yang nanti akan saya tunjukkan di papan tulis. 
  • Jumlahkan setiap angka dengan angka di bawahnya, dan hasilnya harus dituliskan di sebelah kanan di antara kedua angka yang saudara jumlahkan itu. 
  • Angka puluhan HARUS DIBUANG. Lihatlah ke papan tulis (contohkan) 
  • Pada saat saudara menjumlahkan angka-angka ini, pada waktu-waktu tertentu akan terdengar aba-aba GARIS! Pada setiap aba-aba GARIS, maka saudara harus memberi garis di bawah angka hasil penjumlahan terakhir yang pada waktu itu sedang saudara tulis, dan meneruskan penjumlahan saudara sampai terdengar aba-aba BERHENTI! 
  • Andaikan saudara sampai pada akhir lembar ini….(tunjukkan akhir lembar depan)…maka masih tersedia angka-angka di lembar belakangnya.Lembar ini dicetak istimewa, sehingga cara membaliknya juga istimewa seperti ini (contohkan)
  •  Pekerjaan ini harus dilakukan secepat-cepatnya
  • Untuk pekerjaan ini sebaiknya jangan ada benda-benda yang menghalangi di meja saudara, dan aturlah cara duduk saudara agar merasa nyaman. 
  • Apakah ada pertanyaan? 
  • Jika tidak ada, sekali lagi kami ingatkan untuk melakukan pekerjaan ini secepat-cepatnya. 
  • Ambillah pensil saudara. Letakkan pensil saudara di antara dua angka pertama. SIAP…….MULAI
SKORING TES PAULI
Mencari Parit 
  • Gunakan bolpen merah 
  • Cari kolom yang terlewat dan buat coretan ke bawah sepanjang kolom tersebut 
  • Parit tidak dimasukkan dalam menghitung jumlah
Menghitung Garis
  • Gunakan bolpen merah 
  • Cari 20 buah garis yang dibuat subjek (jumlah garis harus 20, termasuk garis berhenti) 
  • Buat coretan di dekat tiap garis (garis subjek jangan ditimpa) 
  • Jika ada penjumlahan yang terlewat di dekat garis berilah tanda “√”
Menghitung Jumlah 
  • Gunakan bolpen biru 
  • Jumlahkan seluruh kolom yang telah selesai penuh terlebih dahulu (tiap kolom= 50), kemudian tambahkan jumlah pada kolom paling akhir (yang tidak terselesaikan penuh) 
  • Jumlah di atas dikurangi: Parit (tiap parit mengurangi 50) & Jumlah penjumlahan yang terlewat (biasanya sekitar garis) 
  • Tulis jumlah akhir pada kolom Jumlah (penempatannya sesuai norma yang digunakan)
Jumlah
Salah
Dibetulkan
Penyimpangan
Tinggi
T.Puncak
3000↑
< 0,6%
< 0,7%
> 4%
> 53
< 10
2350-3000
0,6% -1,5%
0,7% - 2%
3%-4%
33 - 53
10 - 14
2350↓
> 2%
> 2%
< 3%
< 33
> 14

Menghitung jumlah tiap 3 menit 
  • Gunakan bolpen biru 
  • Jumlah 3 menit pertama: Hitung jumlah kolom kelipatan 50 pada kolom sebelum garis ke-1. Tulis jumlah tersebut pada kotak pertama (di bawah kotak yang diarsir), & Hitung jumlah yang berada di atas garis ke-1, tulis hasilnya pada kotak di bawah kotak pertama tadi 
  • Jumlah 3 menit ke-2: Hitung jumlah yang berada di BAWAH garis ke-1dengan cara mengurangi jumlah kolom itu dengan jumlah kolom itu dengan jumlah yang ada di atas garis ke-1, tulis pada kotak pertama berikutnya. Lanjutkan menghitung jumlah yang penuh pada kolom-kolom sebelum garis ke-2. Hitung jumlah yang ada di atas garis ke-2 dan tulis pada kotak ke-2 berikutnya. 
  • Jumlah 3 menit ke-3 dst: Hitung sisa pada kolom (jumlah yang ada di BAWAH garis ke-2), tulis hasilnya pada kotak pertama berikutnya dan lanjutkan dengan langkah yang sama sampai pada garis ke-20
Membuat Grafik
Membuat Grafik Pertama 
  • Dibuat dengan pensil 
  • Sesuai kisaran jumlah tiap 3 menit, tulis bilangan kelipatan 10 pada ordinat grafik dengan bolpen biru 
  • Buat grafik berdasar jumlah 3 menitan (1-20)
Membuat grafik ketiga 
  • Hubungkan 2 titik pertemuan antara grafik ke-1 dengan 2 garis tegak paling tipis yang mengapit garis tegak paling tebal (yang bertanda !)
  • Buatlah tanda persilangan garis itu pada garis tegak paling tebal pertama dengan pensil
  • Lakukan kembali langkah pertama dan kedua pada 4 garis tebal berikutnya sehingga ditemukan 5 buah titik silang pada garis tegak paling tebal 
  • Hubungkan kelima titik silang tersebut sehingga didapatkan grafik ketiga. Warna untuk grafik ketiga: Anak (0-100)= merah; remaja (50-150)= hijau; dewasa normal (100-200)= biru; dewasa istimewa (150-250)= hitam
Menghitung Mean 
  • Rumus: jumlah prestasi : 20 
  • Cantumkan rata-rata itu pada grafik dengan membuat garis dari 3 menit ke-19 sampai ke-20 dengan bolpen sesuai warna grafik ke-3 
  • Tuliskan bilangan rata-rata itu di sebelah kanan garis yang dibuat
Menghitung Tinggi 
  • Gunakan bolpen biru 
  • Cari jumlah tiap tiga menit yang tertinggi, beri tanda ↑ di bawahnya
  • Cari jumlah tiap tiga menit yang terendah, beri tanda ↓ di bawahnya 
  • Kurangkan jumlah tertinggi dengan jumlah terendah, tulis hasilnya pada kolom tinggi sesuai norma
Menentukan tempat puncak 
  • Gunakan bolpen biru 
  • Jumlah tiga menit tertinggi merupakan puncak prestasi 
  • Carilah pada 3 menit yang keberapa puncak itu terjadi (lihat angka 1-20 di atas grafik) 
  • Tulis puncak itu pada kolom tempat puncak sesuai norma 
  • Jika terdapat lebih dari 1 puncak, semua puncak harus dituliskan pada tempatnya sesuai norma
Menghitung penyimpangan 
  • Gunakan bolpen biru
  •  Hitung hanya pada kolom ke-3 sampai ke-18 
  • Cari selisih antara grafik dasar (warna biru/ hitam untuk dewasa) dengan grafik rata-rata (warna merah). Hasil merupakan bilangan mutlak dan tulis di atas tiap kolom. 
  • Cari rata-rata simpangan
                               å simpangan                
            Si         = ----------------------- x 100%
                              16 x rerata
Menghitung kesalahan 
  • Gunakan bolpen biru 
  • Yang dihitung adalah kesalahan yang terjadi pada kolom ke-13 sampai ke-20
  • Rumus:   
                                 åsalah
                        Sa  = ---------   X 100%
                                    400
  • Tulis hasilnya pada kolom kesalahan sesuai norma 
  • Jika jumlah prestasi ≥ 4000 hitung juga kesalahan pada kolom 39 & 40 
  • Rumus
                                   åsalah
                        Sa  =   ---------   X 100%
                                     100
Menghitung pembetulan 
  • Gunakan bolpen biru
  • Yang dihitung hanya pembetulan yang dilakukan pada kolom ke-13 sampai ke-20 
  • Rumus
                                  ådibetulkan
                        Dib  = ----------------   X 100%
                                        400
  • Tulis hasilnya di kolom pembetulan sesuai norma
INTERPRETASI/DIAGNOSIS TES PAULI 
  • Kesiap-siagaan: titik awal 
  • Penyesuaian diri : jumlah keseluruhan/grafik keseluruhan 
  • Stabilitas emosi : penyimpangan 
  • Daya tahan : jumlah keseluruhan/jalannya grafik scr keseluruhan
  • Energi kerja : jumlah keseluruhan 
  • Ketelitian : jumlah kesalahan/jumlah pembetulan 
  • Konsentrasi : jumlah keseluruhan/jumlah kesalahan & pembetulan 
  • Kemauan : jumlah keseluruhan/jalannya grafik atau ketinggian (kalo hasilnya dibawah) 
  • Pengarahan energi kerja : titik akhir harus lebih tinggi dari titik awal
Pedoman Menafsirkan Tes Pauli 
  • Mula-mula tetapkan dulu taraf Pauli (jumlah dan grafiknya) 
  • Kemudian interpretasikan dari grafik, bergerak dari kiri ke kanan 
  • Setelah itu mulai dari aspek yang menonjol dari subjek atau ciri khas subjek
Menetapkan Taraf Pauli 
  • Taraf Pauli dilihat dari jumlah total dan bentuk grafik 
  • Jumlah menunjukkan kesediaan kerja dan potensi yang dimiliki 
  • Grafik menunjukkan kualitas kerja, yaitu bgmn penyebaran tenaganya (daya tahan) terlihat dari menanjak atau tidaknya pada kurun waktu selanjutnya
Taraf Pauli atau Taraf Keseluruhan 
  • Baik (++): Jumlah besar (rata-rata ke atas) --- Grafik menanjak
  • Buruk (--): Jumlah kecil di bawah rata-rata --- Grafik lebih banyak menurun atau campuran (cenderung ke arah buruk) 
  • (+-) dan (-+): Bila grafik atau jumlahnya negatif, maka diinterpretasikan secara terpisah antara jumlah dan grafik. Hati-hati terhadap kontraindikasi!

1 komentar: